aku & ekspektasi
Ketika ekspektasiku pernah tidak sesuai seperti yang aku harapkan.
Seperti ketika aku mendengarkan curhatan temanku sampai pagi buta,
Membiarkan temanku mencurahkan segala kesedihannya.
Memberikan respon terbaik dan mencoba untuk terus menyemangatinya.
Aku pikir,
Aku akan diperlakukan seperti itu juga.
Tapi, ekspektasiku terlalu tinggi.
Dan itu menyakitiku perlahan-lahan.
Sampai ketika aku tersadar,
Oranglain tidak tanggung jawab untuk menampung segala masalah, kesedihan, dan luka yang aku alami.
Aku tidak seharusnya kecewa.
Ketika aku mengalami suatu hari yang berat dan sangat melelahkan.
Ketika malam ku di penuhi dengan kusutnya pemikiran-pemikiran.
Aku bahkan tidak tahu harus sekedar menceritakan hari yang berat ini kepada siapa.
Aku hanya bisa tertawa meskipun sesak rasanya.
Lagi-lagi, aku berespektasi terlalu tinggi.
Bagaimana mungkin aku mengharapkan oranglain akan mengerti apa yang aku rasakan, betapa beratnya, dan betapa besarnya aku ingin menyerah..
Jika aku saja kadang tidak bisa mengerti diriku sendiri.
Nyatanya, diriku sendirilah yang bertanggung jawab atas segala hal yang aku alami.
Dan hanya diriku sendirilah,
Yang bisa aku ekspektasikan setinggi mungkin.
Meskipun jika nantinya aku terluka,
Itu karena aku dan ekspektasiku pada diriku sendiri.
Bukan ekspektasiku kepada oranglain.